Minggu, 23 Maret 2014

Tugas 2 Algoritma dan Pemograman II

Latihan 1
#include <iostream.h> #include <conio.h>
void main()
{ int usia;
 cout<<"Berapa Usia Anda : ";
 cin>>usia;
  if (usia<17)
            cout<<"Anda belum dewasa"<<endl;
  else
            cout<<"Anda dewasa"<<endl;}
Latihan 2
#include<iostream.h> #include<conio.h>
void main()
{ int bil;
  cout<<"Masukkan sebuah bilangan : ";
  cin>>bil;
  if (bil % 2==0)
            cout<<"Ini Adalah Bilangan Genap"<<endl;
  else
            cout<<"Ini Bilngan Ganjil"<<endl; }
Latihan 3
#include <iostream.h>  #include <conio.h>
void main()
{int a;
  clrscr();
  cout<<"Masukkan Kode Jabatan ";
  cin>>a;
  if (a==1)
              { cout<<"Golongan anda I"<<endl;
                         cout<<"Gaji anda Rp. 1000"<<endl;
                         cout<<"Anda orang miskin";}
  else
              { cout<<"Golongan anda II"<<endl;
                         cout<<"Gaji anda Rp. 2000"<<endl;
                         cout<<"Anda orang kaya";}}
Latihan 4

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{ int a;
  clrscr();
  cout<<"Masukkan Nilai antara 1 sampai 4 = ";
  cin>>a;
  if (a==1)
           cout<<"Nilai 1 yang dipilih";
  else if (a==2)
       cout<<"Nilai 2 yang dipilih";
  else if (a==3)
       cout<<"Nilai 3 yang dipilih";
  else
       cout<<"Nilai 4 yang dipilih"; }
 Latihan5
#include <iostream.h> #include <conio.h>
void main()
{ int pilihan ;
  cout<<"Silahkan Pilih satu item \n\n";
  cout<<"1. Pilihan 1  \n";
  cout<<"2. Pilihan 2  \n";
  cout<<"3. Pilihan 3  \n";
  cout<<"4. Pilihan 4  \n";
  cout<<"Masukkan Pilihan [1..4] : ";
  cin>>pilihan;
  switch(pilihan)
  {     case 1:
             cout<<"Anda Memilih Nomor 1 \n";
          break;
     case 2:
          cout<<"Anda Memilih Nomor 2 \n";
          break;
     case 3:
          cout<<"Anda Memilih Nomor 3 \n";
          break;
     case 4:
          cout<<"Anda Memilih Nomor 4 \n";
          break;
     default:
          cout<<"Anda salah pilih \n";
          break;
    }
}

Tugas 1 Algoritma dan Pemograman II



Pengenalan C++
C++ adalah pengembangan dari bahasa C  dimana pengembangan tersebut dilakukan oleh seorang ahli bernama Bjarne Stroustrup pada tahun 1980. Pada saat itu bahasa C++ dinamakan " C with Classes" yg pada mulanya disebut "a better C " dan pada tahun 1983 berganti nama menjadi C++ oleh Rick Mascitti .

Pada C++ terdapat beberapa penambahaan konsep-konsep baru seperti class dengan sifatnya yg disebut dengan Object Oriented Program (OOP) , yg mempunyai tujuan utama untuk membantu mengelola program yg bersifat besar dan kompleks.
Perbedaan antara bahasa C++ dengan bahasa C
Bahasa C merupakan bahasa pemograman prosedural , dimana penyelesaian atas suatu masalah dilakukan dengan membagi masalah-masalah tersebut kedalam sub-sub masalah yg lebih kecil. Sedangkan Bahasa C++  merupakan Object Oriented Orogramming (OOP). Untuk menyelesaikan masalah, C++  melakukan langkah pertama dengan mendefinisikan class-class yg merupakan a-class yg dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari objek fisik . Class tersebut berisi keadaan objek, anggota-anggotanya, dan kemampuan dari objeknya. Setelah beberapa class di buat , masalah dipecahkan menggunakan class.

Variabel C++
Variabel numerik
·         Bilangan Bulat (Integer)
Bilangan ini mampu menampung bilangan bulat yang berkisar antara -32.768 hingga +32.768
·         Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal (Floating Point)
Dalam bentuk bilangan berpangkat Floating Point dapat digunakan untuk
menampung data dari 10^(-38) hingga 10^38, sedangkan dalam bentuk desimal dapat menampung hingga enam desimal (6 angka dibelakang koma).
·         Bilangan Desimal Berpresisi Ganda (Double Precision)
Serupa dengan Floating Point, hanya saja kapasitas menampung datanya lebih besar. Dalam bentuk bilangan berpangkat, Double Precision dapat mengolah angka-angka dengan ketelitian yang berkisar antara 10^(-308) hingga 10^308. Sedangkan dalam bentukdesimal mampu menampung hingga 15 digit.
Variabel teks
·         Char (untuk karakter tunggal)
Selain dapat digunakan untuk menampung sebuah karakter, variabel ini dapat pula dikonversikan dalam bentuk bilangan (ASCII code). Bilangan hasil konversi data ini dinyatakan dengan bilangan bulat yang berkisar antara -128 sampai +127.
·         String (untuk rangkaian karakter)
String pada prinsipnya merupakan rangkaian karakter yang diakhiri dengan karakter null (‘\0’).

OPERATOR PADA C++
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.

Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator Binary adalah :
Operator
Keterangan
Contoh
*
Perkalian
4 * 5
/
Pembagian
8 / 2
%
Sisa Pembagian
5 % 2
+
Penjumlahan
7 + 2
Pengurangan
6 − 2

Operator yang tergolong sebagai operator Unary, adalah :
Operator
Keterangan
Contoh
+
Tanda Plus
−4
− 
Tanda Minus
+6

Operator Assignment
Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai ( assignment operator ) yaitu tanda “ = “. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai :
      A = A + 1
Dari penulisan ekspresi diatas, Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi :
     A += 1
A+ = 1 atau A – = 1 ; masih dapat disederhanakan menjadi A ++ atau A –
Notasi ++ atau — dapat diletakkan di depan atau di belakang variable.
Contoh A ++ atau ++ A / A — atau — A
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda :
  1. Jika diletakkan di depan variable, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan
  2. Jika diletakkan di belakang variable, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel tadi akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan
Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator majemuk. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya :
Operator
Keterangan
*=
Perkalian
/=
Pembagian
%=
Sisa Pembagian
+=
Penjumlahan
-=
Pengurangan

Operator Penambah dan Pengurang
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Operator
Keterangan
++
Penambahan
Pengurangan

Operator Relasi
Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 2 (False).
Operator
Keterangan
==
Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )
!=
Tidak Sama dengan
Lebih Dari
Kurang Dari
>=
Lebih Dari sama dengan
<=
Kurang Dari sama dengan

Operator Logika
Operator
Keterangan
&&
Operator Logika AND
| |
Operator Logika OR
!
Operator Logika NOT

  • Operator Logika AND
Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
  • Operator Logika OR
Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH, maka akan bernilai SALAH.
  • Operator Logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH, begitu pula sebaliknya

Operator Bitwise
Operator Bitwise digunakan untuk  memanipulasi data dalam bentuk bit. Borland C++ menyedikan enam buah operator bitwise.
Operator
Keterangan
~
Bitwise NOT
<< 
Bitwise Shift Left
>> 
Bitwise Shift Right
&
Bitwise AND
^
Bitwise XOR
|
Bitwise OR

  • Operator Bitwise << (Shift Left)
Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.
  • Operator Bitwise >> (Shift Right)
Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.
  • Operator Bitwise & (And)
Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand
  • Operator Bitwise | ( Or )
Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.
  • Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibadingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.
  • Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.